Lompat ke konten utama

Rilis Pers

Abrasi Pantai Terkendali Berkat Mangrove, Ini 5 Manfaat Nyata bagi Warga Pesisir

Abrasi pantai bisa diredam oleh hutan mangrove. Simak manfaat mangrove untuk perlindungan pesisir, ekonomi warga, dan lingkungan.

Sebarkan Admin

2 menit baca

Ilustrasi hutan mangrove hijau di tepi pantai sebagai benteng alami abrasi
Ilustrasi hutan mangrove hijau di tepi pantai sebagai benteng alami abrasi

Abrasi pantai menjadi ancaman serius bagi komunitas pesisir di Indonesia. Namun, ada solusi alami yang sudah terbukti: hutan mangrove. Tumbuhan yang hidup di perairan payau ini bukan sekadar pemandangan, melainkan benteng alami yang memberi banyak keuntungan langsung bagi warga.

Perisai alami penahan abrasi pantai

Akar mangrove yang rapat dan berlapis mampu meredam gelombang laut, sehingga pengikisan garis pantai dapat diminimalkan. Menurut RRI.co.id, mangrove berperan sebagai benteng alami terhadap abrasi dan risiko bencana lain di tengah perubahan iklim. Selain itu, akar bakau menghalangi perembesan air laut ke daratan sehingga kualitas air tanah tetap terjaga, seperti dilaporkan ANTARA. Lumpur yang tertahan akar juga membantu memperluas daratan alami dan menstabilkan pesisir.

Rumah bagi biota, sumber penghidupan nelayan

Mangrove menjadi habitat bagi ikan, kepiting, udang, burung, dan satwa lainnya. Struktur akar Rhizophora sp. dan Avicennia sp. ideal untuk larva dan anakan ikan, udang, serta moluska berkembang biak. Fungsi ini menjadikan mangrove sebagai daerah pemijahan dan pembesaran, sehingga hasil tangkapan nelayan sangat bergantung pada kesehatan ekosistem mangrove. Indonesia sendiri memiliki luas mangrove 3,63 juta hektare pada 2023, sekitar 20,37 persen dari total dunia, dengan Papua sebagai wilayah terluas mencapai 1,63 juta hektare.

Penyerap karbon dan potensi ekonomi

Kemampuan mangrove menyimpan karbon di batang, akar, dan tanah menjadikannya solusi alami untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Penelitian CIFOR yang dikutip ANTARA menyebutkan mangrove dapat menyerap hingga 1.200 ton karbon per hektare, lima kali lebih tinggi dari hutan tropis dataran tinggi. Selain itu, mangrove membuka peluang ekowisata dan produk bernilai ekonomi seperti sirup dan dodol mangrove. Secara tradisional, Rhizophora apiculata digunakan untuk rematik dan luka, sedangkan Sonneratia alba untuk nyeri otot dan persendian.

Rehabilitasi dan peran masyarakat

Berbagai pihak mendorong rehabilitasi mangrove di sejumlah daerah. Penanaman kembali tidak hanya memulihkan kawasan rusak tetapi juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya ekosistem pesisir. Keterlibatan masyarakat dinilai kunci keberhasilan pelestarian jangka panjang. ANTARA menekankan perlunya sinergi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk menjaga dan merehabilitasi mangrove. Dengan demikian, manfaat mangrove—mulai dari perlindungan pantai, keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon, hingga penopang ekonomi—sangat terkait dengan keberlanjutan pesisir Indonesia.

Foto: MemoryCatcher / Pixabay


Tentang Sebarkan.id

Platform layanan jasa publikasi press release ke media online di Indonesia untuk brand, perusahaan, agensi, maupun individu yang ingin membangun personal branding dan meningkatkan eksposur melalui publikasi media.

Informasi lebih lanjut: https://sebarkan.web.id

Kontak Media

Reyhan Febrian
Humas, Sebarkan.id
Email: reyhanfebrian48@gmail.com
Telepon/WhatsApp: 081234501560

Bagikan artikel ini